Newest Post

Kesalahan yang sama

| 10 Dec 2016
Read more »
Kepada diriku...
Maafkan aku...
lagi lagi
aku hanya bisa berlari
tanpa menyelesaikan apapun
Tanpa memperbaikin apapun...

Kesalahan yang sama

Posted by : Unknown
Date :10 Dec 2016
With 0komentar

PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBN KHALDUN : TENTANG MEKANISME PASAR

| 5 Dec 2016
Read more »
Ibnu Khaldun merupakan seorang cendekiawan muslim yang lahir di Tunisisa pada tanggal 27 Mei 1332M. Beliau menulis karya fenomenal yang berjudul Al-Muqaddimah yang tidak hanya berisi mengenai ekonomi saja, namun juga berisi tentang sejarah, psikologis, dan keadaan sosial di masyarakat. Pemikirian Beliau tentang mengenai ekonomi dalam hal mekanisme pasar. Dapat dilihat sebagai berikut.
1. Mekanisme Pasar
Menurut Ibn Khaldun, bila suatu kota berkembang dan populasinya bertambah banyak maka pengadaan barang-barang kebutuhan pokok menjadi prioritas. Di lain pihak, permintaan terhadap bahan-bahan pelengkap akan meningkat sejalan dengan berkembangnya kota dan berubahnya gaya hidup. Jika di suatu daerah sudah makmur, padat penduduknya, dan penuh dengan kemewahan akan menimbulkan kebutuhan yang besar akan barang-barang diluar barang kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, persediaan barang tidak bisa mencukupi kebutuhan karena jumlah pembeli yang meningkat dengan persediaan barang yang sedikit sedangkan orang kaya berani membayar lebih tinggi untuk kebutuhannya yang semakin besar.
Pengaruh naik dan turunnya penawaran terhadap harga juga dijelaskan oleh Ibn Khaldun yang mengidentifikasi kekuatan permintaan dan penawaran sebagai penentu keseimbangan harga. Selain itu, tinggi rendahnya harga dipengaruhi pajak dan biaya pengadaan produksi serta perilaku penimbunan. Oleh karena itu, faktor-faktor yang menentukan penawaran menurut Ibn Khaldun adalah permintaan; tingkat keuntungan relatif; tingkat usaha manusia; besarnya tenaga buruh termasuk ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki; ketenangan dan keimanan; dan kemampuan teknik masyarakat secara keseluruhan.Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah pendapatan; jumlah penduduk; kebiasaan dan adat istiadat masyarakat; serta pembangunan dan kemakmuran masyarakat secara umum.
Ditulis oleh:
Feisal Ardi
Presiden KSEI FEB UNDIP


posted from Bloggeroid

「歩いていこう」 Aruite Ikou, ( Aku Akan Berjalan ) || By: いきものがかり (Ikimonogakari)

| 20 Nov 2016
Read more »
Aruite ikou aruite ikou
Boku wa “ima” o ikite iku yo
Kimi ga kureta kotoba wa koko ni aru yo
Sou da yo aruite ikou
Aku akan berjalan, aku akan berjalan
Saat ini aku akan melanjutkan hidupku
Kata-kata yang telah kau beri ada di sini
Ya, itu benar! Aku akan berjalan
Hodoukyou no mukou ni
Fuyu no machi ga mieta yo
Hito kakera no kodoku o te ni
Boku wa asu o tsunaide iru
Dibalik jembatan penyeberangan yang kulewati itu,
Dapat ku lihat kota bersalju
Kepingan kesepian mereka pun kubawa dengan tangan ini
Aku takkan lagi melepaskan hari esokku
“Kokoro de waraeru no ka na”
Itsuka no koe ga kikoeta
Shiroi iki ga sora ni kieru
Sabishiku wa nai eki o isogu yo
“Bisakah kita tertawa dengan tulus dari hati?”
Suatu saat kita akan dapat mendengar suara tawa itu
Nafas putih pun menghilang di langit
Untuk tidak merasa kesepian, aku bergegas pergi ke stasiun kereta api
“Kaeranai to kimetanda”
Hajimari o tsugeru youni
Yuki ga furihajimeta
“Aku sudah memutuskan untuk tidak pulang”
Sama seperti saat kuceritakan awal mulanya,
Salju pun mulai berjatuhan
Aruite ikou aruite ikou
Boku wa “ima” o ikite iku yo
Kizutsuitemo nandomo shinjitai yo
Kono te o, kono hibi o
Aku akan berjalan, aku akan berjalan
Saat ini aku akan melanjutkan hidupku
Meskipun aku terluka, aku ingin terus mempercayainya
Pada tangan ini, pada hari-hari ini...
Kimi to naite, kimi to waratte
Boku wa tsuyoku naretandarou
Kimi ga kureta kotoba wa koko ni aru yo
Sou da yo aruite ikou
Menangis denganmu, tertawa denganmu...
Hal itu membuatku menjadi lebih kuat
Kata-kata yang telah kau beri ada di sini
Ya, itu benar! Aku akan berjalan
Taguri yoseta kibou ga nukumori o daiteiru
Ai o yuruseru tsuyosa wa kimi ga boku ni tsutaeta koto
Harapan yang mendekat itu (membuatku dapat) memeluk kehangatanmu,
(Dan) perkataanmu padaku telah menguatkanku untuk mencintaimu...
“Aenakutemo  wakatteru yo”
Ima no boku wa ano hi no kimi ni mune o hareru no ka na
“Meski aku tak bisa bertemu denganmu, aku memahaminya...”
Apa saat ini aku bisa mengambil kembali hari itu, hari ketika bersamamu?
Ureshii koto, kanashii koto
Sono subete o wasurenai yo
Hitotsu hitotsu kokoro o terashiteiru
Sou da yo “hitori” janai
Hal yang membahagiakan, hal yang menyedihkan...
Semua itu tak bisa kulupakan
Satu persatu hal itu menyinari hatiku
Ya, itu benar! Aku tidak sendirian
Sayonara sae arigatou sae
Mou kimi ni wa ienai kedo
“Kisetsu” wa ima tashika ni kawatteiku
Sou da yo hajimeru yo
Baik “Selamat tinggal” ataupun “Terima kasih”,
Aku belum bisa mengatakannya padamu...
Namun saat ini, musim pasti berubah
Ya, itu benar! Ayo memulainya!
Aruite ikou aruite ikou
Boku wa ima o ikite iku yo
Kimi ga kureta kotoba wa koko ni aru yo
Sou da yo aruite ikou
Aku akan berjalan, aku akan berjalan
Saat ini aku akan melanjutkan hidupku
Kata-kata yang telah kau beri ada di sini
Ya, itu benar! Aku akan berjalan

MALAIKAT PENGHITUNG TETESAN AIR HUJAN..!!

| 4 Dec 2015
Read more »

Rasulullah bersabda.. Disaat aku tiba di langit di mlm Isra Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari.. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.. Aku bertanya kepada Jibril pendampingku.. Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya..?? Jibril menjawab, Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi.. Rasulullah bertanya kepada malaikat (penghitung tetesan air hujan) tadi, apakah kamu tahu berapa jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam..?? Malaikat itu pun menjawab, wahai Rasulullah, demi yang telah mengutusmu dengan haq (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, dari mulai diciptakan Adam sampe sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung", ke lembah", ke sungai", ke perkebunan, dan ke tempat yang tidak diketahui manusia.. Mendengar uraian malaikat tadi Rasulullah sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan.. Kemudian malaikat tadi pun berkata kepada Rasulullah.. wahai Rasulullah, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keahlian untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.. Rasulullah pun bertanya.. apa kekurangan dan kelemahan kamu..?? Malaikat itupun menjawab.. "KEKURANGAN DAN KELEMAHANKU, WAHAI RASULULLAH, JIKA UMATMU BERKUMPUL DI SATU TEMPAT, MEREKA MENYEBUT2 NAMAMU LALU BERSHALAWAT ATASMU, PADA SAAT ITU AKU TIDAK BISA MENGHITUNG BERAPA BANYAKNYA PAHALA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA MEREKA ATAS SHALAWAT YANG MEREKA UCAPKAN ATAS DIRIMU..!!"
(Al Mustadrak Syeikh An Nuri, jilid 5, hal 355)
Allah mengetahui segalanya

MALAIKAT PENGHITUNG TETESAN AIR HUJAN..!!

Posted by : Unknown
Date :4 Dec 2015
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲