Newest Post

PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBN KHALDUN : Teori Nilai, Uang dan Harga

| 21 Dec 2016
Read more »
Teori Nilai, Uang dan Harga.
Teori nilai yang dikemukakan Ibn Khaldun menyatakan bahwa nilai suatu produk sama dengan jumlah tenaga kerja yang dikandungnya. Manusia merupakan elemen penting dalam proses produksi.Dalam teori nilai kerja ini Ibn Khaldun mengemukakan bahwa:
“… segala sesuatu berasal dari Allah. Tetapi, kerja manusia keharusan di dalam setiap keuntungan dan pemenuhan modal. Misalnya dalam pertukangan, dimana faktor kerja jelas terlihat. Demikian juga penghasilan yang diperoleh pertambangan, pertanian, atau peternakan, karena itu kalau tidak ada kerja dan usaha, maka tidak akan ada hasil dan keuntungan.”
Dengan kata lain, substansi nilai itu adalah kerja, dan segala yang terpenting dalam kerja tersebut adalah pencurahan tenaga untuk memproduksi sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mengenai teori uang, Ibn Khaldun menyatakan bahwa ukuran ekonomis terhadap nilai barang dan jasa adalah perlu apabila manusia hendak memperdagangkannya. Ukuran ini harus diterima oleh semua tender legal dan dalam proses penerbitannya harus bebas dari segala unsur subjektif.
Emas dan perak merupakan dua logam yang perlu digunakan sebagai ukuran nilai. Kedua logam ini memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya dan nilainya tidak terpengaruh oleh fluktuasi sebjektif. Ibn Khaldun juga mendukung penetapan emas dan perak sebagai standar moneter. Pembuatan uang logam merupakan sebuah jaminan bahwa sekeping uang logam yang dicetak mengandung sejumlah kandungan emas dan perak tertentu. Dapat dikatakan pula bahwa uang logam bukan hanya ukuran nilai, tetapi dapat pula digunakan sebagai cadangan nilai.
Sedangkan mengenai teori harga, Ibn Khaldun mengemukakan bahwa harga merupakan hasil dari hukum dari permintaan dan penawaran. Apabila suatu barang mengalami peningkatan permintaan atau menjadi barang yang langka, maka harga barang akan naik.Namun apabila barang tersebut melimpah, maka harganya akan rendah. Lebih lanjut, Ibn Khaldun telah menguraikan suatu toeri nilai yang berdasarkan pada tenaga kerja, teori uang kuantitatif, dan teori pembentukan harga melalui proses penawaran dan permintaan.

Aku akan terus berjalan

|
Read more »
Bagaimana menyikapinya..
Sebuah perpisahan yang bahkan tak pernah terbayangkan...
Di sini pernah terhenti sang waktu
Entahlah semua terasa abu-abu
Ada tapi tak pernah ada
Ruang rindu yang terus mengetuk
Tapi teperangkap
Waktu terus berjalan...
Entah akan kembali atau tidak
Sebait doa yang selalu terlantun
Kembalikan itu
Jangan hilangkan itu
aku ingin tetap hal itu ada sampai nafas terakhir...
Aku hanya bisa terus berjalan..
Berharap...
Sampai pada satu titik...
Aku bisa mengembalikan apa yang pergi
Dan mempertahankannya sampi titik terahir hembusan napas...
Kembalilah !!!!
Jangan pergi !!!
Jangan lupakan !!!
Rindu ini sudah tak ber air di mata, tapi teramat menusuk di sanubari...







By : AKIKO FUMIYO EI ZA *21-12-16


Aku akan terus berjalan

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Tag :

PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBN KHALDUN : TEORI PRODUKSI

| 20 Dec 2016
Read more »
Teori Produksi
Menurut Ibn Khaldun, produksi adalah aktivitas manusia yang diorganisasikan secara social dan internasional. Manusia merupakan faktor produksi yang paling utama. Faktor-faktor lain, seperti hujan hanyalah faktor pendukung saja. Namun, agar proses produksi berjalan efektif, maka manusia harus dapat mengorganisasikan tenaganya. Ibn Khaldun mengenalkan konsep Division of Labour , yaitu pembagian kerja menurut spesialisasinuya masing-maisng.
Ibn Khaldun berpendapat bahwa apabila pekerjaan dibagi-bagi berdasarkan spesialisasi, akan menghasilkan output yang lebih besar dan disarankan untuk bekerjasama yang saling menguntungkan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Dalam teori ekonomi modern, teori ini dikenal dengan teori advantage comparative .
“Menjadi jelas dan pasti bahwa seorang individu tidak akan dapat memenuhi seluruh kebutuhan ekonominya sendirian. Mereka semua harus bekerja sama untuk tujuan ini. Apa yang dipenuhi melalui kerjasama yang saling menguntungkan jauh lebih besar dibandingkan yang dapat dicapai oleh individu-individu itu sendirian.”
Melalui pembagian kerja pula, maka akan memungkinkan terjadinya suatu surplus dan perdagangan antara para produsen. Adanya surplus akan memungkinkan suatu daerah dapat mengekspor barangnya ke daerah lain, sehingga akan meningkatkan kemakmuran daerah tersebut.Pada lain pihak, dengan tingkat kemakmuran yang semakin tinggi akan meningkatkan permintaan penduduk terhadap barang dan jasa. Dalam hukum permintaan kita ketahui, bahwa kenaikan permintaan akan barang dan jasa akan menaikkan harga barang dan jasa tersebut dan berdampak pada kenaikan gaji yang dibayarkan pada pekerja-pekerja terampil.
Ibn Khaldun telah menguraikan sebuah teori ekonomi tentang pembangunan yang berdasarkan pada interaksi antara penawaran dan permintaan, yaitu permintaan menciptakan penawarannya sendiri yang akan menigkatkan permintaan dan menunjukkan bahwa pembentukan modal manusia merupakan elemen yang penting dalam sebuah proses ekonomi.

Sia sia

|
Read more »
Kesia sia itu tak menyakitkan ataupun menyenangkan
Tapi waktu yg ter lewati untuk kesia sia an itulah  yang menyakitkan
Mungkinkah..  kesia sia ini
Akan bermakna ?
Atau
Akan tergantikan ?
Entahlah...
Hanya sebuah untaian doa dan harapan yang tersisa yang ada
Berharap,...
Kesia sia an ini bukanlah kesia sia an





BY : AKIKO FUMIYO EI ZA *20-12-16

Sia sia

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲