Newest Post

MALAIKAT PENGHITUNG TETESAN AIR HUJAN..!!

| 4 Dec 2015
Read more »

Rasulullah bersabda.. Disaat aku tiba di langit di mlm Isra Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari.. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.. Aku bertanya kepada Jibril pendampingku.. Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya..?? Jibril menjawab, Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi.. Rasulullah bertanya kepada malaikat (penghitung tetesan air hujan) tadi, apakah kamu tahu berapa jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam..?? Malaikat itu pun menjawab, wahai Rasulullah, demi yang telah mengutusmu dengan haq (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, dari mulai diciptakan Adam sampe sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung", ke lembah", ke sungai", ke perkebunan, dan ke tempat yang tidak diketahui manusia.. Mendengar uraian malaikat tadi Rasulullah sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan.. Kemudian malaikat tadi pun berkata kepada Rasulullah.. wahai Rasulullah, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keahlian untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.. Rasulullah pun bertanya.. apa kekurangan dan kelemahan kamu..?? Malaikat itupun menjawab.. "KEKURANGAN DAN KELEMAHANKU, WAHAI RASULULLAH, JIKA UMATMU BERKUMPUL DI SATU TEMPAT, MEREKA MENYEBUT2 NAMAMU LALU BERSHALAWAT ATASMU, PADA SAAT ITU AKU TIDAK BISA MENGHITUNG BERAPA BANYAKNYA PAHALA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA MEREKA ATAS SHALAWAT YANG MEREKA UCAPKAN ATAS DIRIMU..!!"
(Al Mustadrak Syeikh An Nuri, jilid 5, hal 355)
Allah mengetahui segalanya

MALAIKAT PENGHITUNG TETESAN AIR HUJAN..!!

Posted by : Unknown
Date :4 Dec 2015
With 0komentar
Tag :

Jalanku masih panjang

| 21 Nov 2015
Read more »

Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,
untuk kemudian bersedih hati...

Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu2 saja,
Mencoret2 buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali


Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru


Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang....

*Tere Liye

Jalanku masih panjang

Posted by : Unknown
Date :21 Nov 2015
With 0komentar
Tag :

({}) ......Renungan di Jum'ah mubarokah .....

| 13 Mar 2015
Read more »

~Surga yg diinginkan sama~
Rasul shollallahu alaihi wasallam qiyamullail sampai bengkak kakinya,sementara sebagian kita tengah malam 'i`tikaf`nonton bola di depan televisi.

~Surga yg diinginkan sama~
para sahabat saling menjaga adab mereka,sementara sebagian kita sibuk hujat sana hujat sini.

~Surga yg diinginkan sama~
Saad bin Abi Waqosh menjaga betul kehalalan makanan yg dia makan,sementara sebagian kita malah bersemboyan "yg haram saja sulit apalagi yg halal".

~Surga yg diinginkan sama ~
Kholid bin Walid menyibukkan dirinya dengan Jihad fi sabilillah,sementara sebagian kita memikirkan kaum muslimin yg lain saja ogah ogahan.

~Surga yg diinginkan sama~
Imam Bukhori rela berguru sana sini untuk mempelajari para rijalul hadits,sementara sebagian kita malah asik mencari tahu setiap detil artis pujaannya.

~Surga yg diinginkan sama ~
para ulama`menghabiskan waktunya siang malam menuntut ilmu,sementara sebagian kita menghabiskan siang malamnya dengan bergame online ria.

~ Surga yang diinginkan sama,~
Namun mujahid palestina meraihnya dengan jihad, sementara sebagian kita sholat saja ditunda2, sebagian
muslimah kenakan hijab saja berat.

~ Surga yang diinginkan persis~
Namun militan syiriah meraihnya dengan syahid, sementara kita sedekah saja sulit.

~ Surga yang dimaksud serupa~
Namun anak-anak gaza membelinya dengan hafalan, sementara anak-anak kita diajarkan nyanyian.

~ Surga yang diharap itu-itu saja~
Bunda di iraq dapatkan dengan mendidik anaknya angkat senjata, sedang kita didik anak kita tutup mata.

~ Surga dipinta dalam doa tak berbeda~
Muslim rohingya menukarnya dengan tangisan, sementara kita menangis karena putus pacaran.

Bila satu saat ALLAH ta'aalaa menanyakan, "apa alasan-Ku agar memasukkanmu dalam surga-Ku?" tentu mujahid palestina, iraq, syiriah punya jawabnya. Mari bertanya, "apa alasan yg akan kita kemukakan pada ALLAH ta'aalaa hingga layak surga-Nya bagi kita?" bandingkan dengan pengorbanan mereka..

({}) ......Renungan di Jum'ah mubarokah .....

Posted by : Unknown
Date :13 Mar 2015
With 0komentar
Tag :

Gagal itu bukan sukses yang tertunda

|
Read more »

" Gagal itu bukan sukses yang tertunda ''

Ini disampaikan oleh seorang dosen Psikologi pada waktu saya mengikuti seminar 20 tahun dulu. Betul-betul terpatri di memori dan hati. Ya, gagal adalah gagal, bukan sukses yang tertunda. "Kalau ada yang mengatakan gagal adalah sukses yang tertunda sebetulnya hanya 'ngayem-ayemi' (membesarkan hati) supaya tidak frustasi" lanjutnya.

Sukses besar itu seperti tumpukan koin. Sukses besar itu berasal dari sukses kecil yang disusun setiap hari. Hari ini satu koin sukses kecil, besok satu koin sukses kecil, demikian seterusnya maka lama-lama akan menjadi sukses besar.

Demikian juga dengan gagal. Dimulai dengan gagal kecil kalau dikumpulkan setiap hari akan menjadi gagal total. Tidak ada cerita hari ini gagal, besok sukses, gagal lagi, sukses lagi, dan akhirnya menjadi sukses besar.

Sepakat dengan apa yang disampaikan, bahwa kesuksesan sekarang adalah hasil jerih payah terus menerus yang dilakukan pada masa-masa sebelumnya. Tidak ada yang instan, semua melalui proses. Determinasi dan konsistensi adalah kata kunci dalam hal ini. Seperti kata pepatah: Siapa yang menabur benih akan menuai hasil. Jangan berharap memetik anggur kalau yang ditanam adalah semak belukar.

Disarikan dari sdr Anton Satria Prabuwono

Gagal itu bukan sukses yang tertunda

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲